Cara membedakan Xiaomi orisinil dan palsu. Xiaomi, salah satu vendor asal Tiongkok memberikan smartphone berbanderol murah dengan spesifikasi di atas rata-rata perangkat di kelas yang sama. Ketenaran Xiaomi ini pun dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan, tetapi tidak dengan cara yang benar. Salah satunya adalah dengan menciptakan dan menjual smartphone Xiaomi tiruan alias Xiaomi "KW". Menariknya, ponsel Xiaomi PALSU tersebut sungguh-sungguh seperti dengan aslinya. Memang ada sedikit perbedaan minor di antara keduanya. Namun, jikalau dilihat secara sepintas, sungguh sukar untuk membedakan antara xiaomi yang asli dan artifisial. Lalu, bagaimana cara mengevaluasi keaslian dari ponsel Xiaomi? Cara yang paling gampang yakni dengan memakai tools atau aplikasi pengecekan buatan Xiaomi sendiri. Anda cuma perlu masuk ke situs https://jd.mi.com lewat browser di PC atau laptop. Kemudian, download saja file APK yang sudah tersedia di situs ini. Setelah itu, pasang aplikasi tersebut di ponsel Xiaomi yang akan dicek keasliannya dan kerjakan sehabis proses instalasi tamat. Sekadar catatan, Anda mungkin mesti mengaktifkan mode instalasi aplikasi dari sumber di luar Google Play Store. Di perangkat Xiaomi, mode itu bisa ditemukan di bab Settings;Additional Settings; Privacy; dan pilih Unknown Sources. Refresh website https://jd.mi.com, kemudian arahkan ponsel ke instruksi QR. Arahkan hingga proses pemeriksaan akhir. Seusai itu, website akan menawarkan berita apakah ponsel Xiaomi yang diuji orisinil atau tidak. Tetapi Sayang, tools tersebut cuma melakukan pekerjaan untuk ponsel Xiaomi terbaru saja, seperti Mi 4 dan Mi 4i. Seri ponsel Xiaomi lawas, mirip Redmi 1S dan Redmi 2, tidak didukungnya. Cara pengecekan lain untuk membedakan Xiaomi Mi 4 orisinil atau imitasi: Cara pertama adalah dengan melakukan factory reset atau meniadakan semua data yang ada. Tampaknya, si peniru perangkat berhasil menciptakan software yang "mampu" menipu aplikasi benchmark, seakan produk ini memakai spesifikasi yang sama dengan aslinya. Dengan factory reset, software tersebut akan terhapus dan aplikasi-aplikasi benchmark dapat mengetahui dan mengidentifikasi hardware bekerjsama, Setelah itu, gunakan tiga aplikasi benchmark ini, ialah Antutu, CPU-Z, dan Sensor Box. Perhatikan secara mendetail, apakah spesifikasi yang dibekali di perangkat betul-betul sama dengan aslinya atau tidak. Pastikan juga jumlah sensor yang dimiliki benar. Cara yang lain adalah dengan memeriksa versi tata cara operasi. Biasanya, perangkat Xiaomi dirilis memakai MIUI, nama tampilan antarmuka produksi Xiaomi, model stabil. Jika ditulis masih Beta, ada kemungkinan itu perangkat artifisial. Pengguna Xiaomi juga bisa melakukan penelusuran di internet, versi MIUI yang tercantum di perangkat. Jika tidak didapatkan, bisa jadi produk tersebut palsu. Anda juga bisa mengecek hasil foto, resolusi, dan apertur dari kamera yang ada di perangkat Xiaomi. Pastikan sesuai dengan spesifikasi resmi perangkat. Satu hal yang mesti dikenang, meski perangkat mampu menciptakan gambar yang baik, belum pasti produk tersebut asli. Satu hal yang tidak kalah penting, cek IMEI dan serial number. Pastikan kedua informasi tersebut sesuai dengan kotak pemasaran. Sumber https://sirobotdroid.blogspot.com